29 September 2010

Nostalgia kehidupan! Belajar dari masa lalu untuk bangkit! Mencari wajah Allah…

Tidak terasa banyak yang telah kita lalui… rentetan panjang panorama kehidupan berlalu seakan-akan telah di atur sebelumnya. teringat masa lalu bersama teman-teman yang lucu dan menghibur & ada juga yang konyol dan menjengkelkan! Ups.. hmm tapi tidak masalah toh semuanya telah berlalu… setiap zaman kita memiliki cerita yang berbeda, ada saat-saat yang indah untuk dikenang, ada pula saat-saat yang pahit tuk disimpan dalam manuskrip sejarah kita. namun tidak ada yang terbuang… semuanya tersimpan rapi dalam arsip memori yang bernama pengalaman! ya pengalaman, karena seburuk apapun hal yang kita alami ternyata dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk merintis masa depan yang masih dipenuhi dengan misteri.
Saudaraku… menyiapkan diri dalam menghadapi masa depan adalah hal yang muthlak harus dilakukan setiap insan! hal ini sejalan dengan apa yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an yang artinya:

Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (QS.Alam Nasyrah: 7)

yah kehidupan ini adalah kumpulan dari urusan-urusan kita… entah urusan dunia? ataupun urusan akhirat kita… kehidupan ini memiliki dua zona perencanaan, pertama zona Hablumminannas dan kedua zona Hablumminallah. Zona hablumminannas adalah zona perencanaan tentang kehidupan yang kita sesuikan dengan keinginan-keinginan kita seperti cita-cita dan harapan… sedangkan zona hablumminallah adalah apa-apa yang dikehendaki Allah untuk kita… disana terjadi dinamika negosiasi antara doa kita dengan Qada’ dan Qadar-Nya. kita manusia hanya bisa merencanakan dan melaksanakan rencana tersebut, sedangkan hasilnya Allah yang Maha Pemurah lah yang menentukan.

Saudaraku… jangan pernah terlalu bahagia saat mendapatkan apa yang kita inginkan, & jangan pula terlalu sedih pada saat yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan… karena pada dasarnya kehidupan ini hanyalah sandiwara:
Allah swt berfirman…

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(QS. Al-Hadid: 20)

Lihat dan perhatikanlah… lalu perhatikan sekali lagi niscaya engkau akan mengerti bahwa apa yang dikehendaki oleh Allah bagimu adalah yang terbaik. Bukankah Allah yang telah menciptakanmu? Siapa lagi yang lebih mengetahui tentang dirimu kecuali Dia yang Maha mengetahui segala sesuatu..

Saya memiliki seorang tetangga, dia seorang tunanetra, akan tetapi satu hal yang ku kagumi dari kepribadiaannya adalah kindahan keimanan yang terpancar indah dari kekurangannya… walaupun ia seorang tunanetra tapi kewajibannya sebagai seorang muslim tetap ia lakukan. Melihat ketegarannya itu saya berfikir bahwa beliau sangat memahami apa yang disabdakan Oleh baginda Rasulullah Muhammad. Saw yang artinya:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu : Ada seorang laki-laki buta menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: Ya Rasulullah, sungguh aku ini tidak mempunyai seorang penuntun yang menuntunku ke masjid. Maka beliau memberi keringanan padanya. Ketika ia berpaling pulang beliau memanggilnya dan bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan untuk sholat?" Ia menjawab: Ya. Beliau bersabda: "Kalau begitu, datanglah." (HR. Muslim)

Begitulah bahwa kekurangan bukanlah alasan yang dapat membenarkan kita untuk tidak melakukan hal-hal yang mulia (baca: Shalat), akan tetapi justru membuat kita menjadi lebih kuat. Tetangga saya itu memiliki rumah dengan jarak ± 100 meter dari masjid. Dengan kondisi struktur tanah yang tidak rata dan berkelok-kelok ditambah sebuah sungi kecil yang cukup curam. Pertama aku melihat beliau datang kemesjid dibimbing oleh anaknya yang masih kecil, dan terkadang pada saat ingin pulang… anaknya tersebut lebih duluan pergi bermain diluar masjid, sehingga terkadang beliau berdiri dipintu masjid memanggil-manggil anak tersebut agar segera menjemputnya.. Kedua aku melihat beliau datang dengan menggunakan tongkat tanpa didampingi anaknya lagi… ketigakalinya aku melihat beliau berjalan kemesjid dengan menggunakan perasaannya tanpa menggunakan tongkat… Allahuakhbar!!! Hatiku hanyut dalam rasa TAKJUB yang menggelegarkan Akal dan perasaan.
Melihatnya aku mengingat firman Allah swt berfirman yang artinya:

…Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.(QS.Al-Fath:29)

Saudaraku keunggulan seseorang dimata Allah bukanlah pada kuatnya tubuh, indahnya paras, kayanya harta, ataupun tingginya pangkat. Akan tetapi keunggulan manusia terletak pada Ketaqwaan di tengah gelombang kehidupan yang memperdaya…, itulah yang Allah swt nilai dari diri kita.

Saudaraku kembali kepada pembahasan awal, sebenarnya masa lalu kita seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk membangun benteng kehidupan yang lebih kokoh dimasa yang akan datang, seperti saudara kita yang tunanetra diatas…, beliau akhirnya mampu untuk pergi kemesjid walau tidak didampingi lagi, karena beliau telah belajar dari pengalamannya saat ia memulai untuk menuju ke masjid untuk yang pertama kalinya. Kekurangannya justru menjadi pemanis ketaqwaan yang kelak akan membuatnya bisa tersenyum… karena pandangan yang pertama kali yang insyaAllah akan dia lihat di akhirat kelak adalah Wajah Allah Azza Wajallah… yang Maha Indah…

Allah swt berfirman yang artinya:
" Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Mereka melihat RabbNya" (QS. Al-Qiyamah : 22-23)
“Bagi orang-orang yang berbuat ihsan, ada pahala yang terbaik dan tambahan"
(QS.Yunus : 26)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menafsirkan tambahan dengan kenikmatan melihat wajah Allah. Disebutkan pula dalam hadits bahwa orang-orang beriman akan melihat Rabb mereka pada hari kiamat dan ketika di dalam jannah.

Rasulullah saw bersabda yang artinya:
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu : ia berkata:Bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami di hari kiamat? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Ya! Kemudian beliau melanjutkan: Apakah kalian terhalang melihat matahari di siang hari yang cerah, yang tidak ada awan sedikit pun? Apakah kalian terhalang melihat bulan pada malam purnama yang cerah tanpa awan sedikit pun? Kaum muslimin menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Kalian tidak akan terhalang melihat Allah Taala pada hari kiamat, sebagaimana kalian tidak terhalang melihat salah satu dari matahari dan bulan,… (HR.Muslim)

Masa lalu kehidupan kita janganlah menjadi batu penghalang untuk kita membenahinya dalam menjemput masa depan… karena orang-orang yang beriman harus optimis dalam memandang masa depan! Allah swt berfirman yang artinya:
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(QS. Al-Hadid: 21)

Dan ketahuilah saudaraku bahwa segala sesuatunya sebenarnya telah tercatat, saya mengutip bahasa Dr. Aidh Al-Qarni (penulis La-Tahzan : Best seller International) beliau berucap: “Sesungguhnya kita pada dasarnya sedang melalui sesuatu yang telah ada dan direncanakan Oleh-Nya.”

Allah swt berfirman yang artinya:
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(QS. Al-Hadid: 22)
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al-Hadid: 23)

Kaget! Ooh jangan syok yah?? Mungkin kita bertanya-tanya… kalau memang semuanya sudah ada garis takdirnya.. untuk apa kita berusaha lagi! Jawabannya bahwa Usaha yang kita lakukan adalah upaya pencarian takdir kita, bayangin aja kalau kita diam dan tidak mau ngapa-ngapain… ye jadi patung tuh namanya… kalau bahasa teman-teman aktivis “BERGERAK TUNTASKAN PERUBAHAN! KARENA DIAM BERARTI MATI!” Woooww dapat nilai 95.. kerenlah..chie.

Dan untuk melengkapi Motivasi kita untuk bangkit ku tuliskan kepada kalian sebuah surat cinta dari-Nya yang Maha pengasih lagi Maha penyayang… dan tolong surat cinta ini di balas yah.. (dibalas dengan ketaatan kepada-Nya) semoga saya dan anda masuk dalam golongan Hamba-hamba yang beruntung…
Allah swt berfirman yang artinya:

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya(selain syirik) Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Az-Zumar: 53)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah: 186)

By Andi Yakub Abdullah (Refleksi Mencari Wajah Allah)

21 September 2010

Surat Al-Muzzammil dan Al-Muddatstsir Mengilhami Kekuatan Besar Seorang Aktivis Muslim


Kekuatan besar itu masih tersa, kekuatan yang telah tercatat oleh sejarah dunia bagian timur dan barat, sejarah ketika Panglima besar Khalid Ibnul Walid menyapu bersih 2 kerajaan terbesar yaitu Romawi dan Persia yang di taklukkan dan dibebaskan dari doktrin salibis dan majusi (penyembahan api). Sejarah ketika Salahuddin Al Ayyubi meratakan benteng Yerussalem kota suci 3 agama yang pada malam hari sebelum penyerbuannya mereka Qiamullail persis dihadapan benteng yang dijaga ketat ribuan batalyon tentara Lion Heart (Crussaders). Sejarah ketika Muhammad Al fatih menaklukkan pusat kekuatan Romawi di konstantinopel dengan membawahi ribuan tentara Allah yang tidak pernah meninggalkan Qiamullailnya…
Jika kita memperhatikan megenai surat Al Muzzammil disana terdapat beberapa penegasan mengenai perisapan / perbekalan untuk menguatkan rohani guna persiapan menerima wahyu, yaitu dengan {bangun di malam hari untuk bersembahyang tahajjud, membaca Al Quran dengan tartil; bertasbih dan bertahmid; perintah bersabar terhadap celaan orang-orang yang mendustakan Rasul}. Tugas seorang aktivis muslim adalah tugas yang maha dahsyat, merubah tatanan kejahiliaan menuju tatanan yang terang benderang. Inilah yang di sinyalir dala riwayat yang berbunyi
“mereka bagai rahib-rahib di malam hari yang bermunajat sambil menagis dihadapan keMaha_Agungan Tuhannya…….”
Dilajutkan dalam surat Al Muddatstsir Allah Rabbul Izzati menegaskan tentang {Perintah untuk mulai berda´wah mengagungkan Allah, membersihkan pakaian, menjauhi maksiat, memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah; Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad s.a.w. dan mendustakan Al Quran; tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang ia usahakan}. Hal inilah yang dikatakan dalam lanjutan riwayat diatas tadi:
“…….dan kemudian pada siang hari Mereka bagaikan singa-singa bertaring tajam yang siap mengeksekusi perintah Tuhan, menegakkan hukum-hukumNya,
dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
Saudaraku tahukah kalian bahwa amanah Da’wah ini (menjadi soko guru alam semesta) pernah ditawarkan kepada langit dan bumi..?, dan kemudian hampir2 saja langit dan bumi pecah mendengar amanah itu ditawarkan kepada mereka, karena beratnya…mereka menjawab “kami tidak akan sanggup ya Allah”. Saudaraku tahukah kalian bahwa setelah itu manusia juga di tawarkan amanah da’wah ini (menjadi soko guru alam semesta), lalu apa jawaban manusia…”InsyaAllah kami sanggup” Allahuakhbar…
Begitu berani dan kuat manusia ini.., inilah yang mebuat kita berbeda dengan mahluk ciptaan Allah lainnya… membuat kita menjadi paling mulia diantara ciptaanNya…, sekaligus menjadi factor utama dan satu-satunya mengapa kita terlahir kedunia ini. kalau begitu bagai mana dengan manusia hari ini??? Dan dimanakah posisi kita???...saudaraku rasanya lebih baik kita mati saja sekarang jika kita tidak ambil bagian dalam proyek khusus manusia ini… karena hanya karena itulah kita ada dan wujud di dunia ini.
Sudaraku itulah jawaban mengapa kekuatan tokoh sekaliber Khalid ibn Walid, Shalahuddin Al Ayyubi, dan Muhammad Al Fatih, lahir untuk kemudian menjadi sebuah sejarah yang prestisius dalam perjalanan nafas kehidupan. Mereka lahir dari kekuatan-kekuatan Qiamullail mereka. Menerima perintah dalam suasana batin yang sejuk di malam hari, lalu kemudian di siang harinya mereka menegakkan kebenaran dengan penuh gemuruh api yang membakar hati demi kerinduan memuliakan manusia, demi kerinduan bersua dengan Allah Arrahmaan…Arrahiim…hingga akhirnya tiada lagi fitnah dalam agama ini, hingga Akhirnya seluruh agama itu hanyalah untuk Allah…suatu saat nanti ketika islam membahana di seluruh sisi bumi, saat kita tidak lagi mampu membedakan antara pesona keimanan seorang/individu muslim dan pesona kemuliaan dari Islam itu sendiri. Salam kebangkitan.

Perjuangan Da’wah adalah kisah Cinta dan Pengorbanan


Hawa Spirit perlawanan terhadap kebatillan itu masih terasa…
Dari kejauhan abad, tahun, bulan, hari, dan jam..
Ya hawa itu masih terasa…, dekat…. Bahkan sangat dekat…
Disini… di dada ini… titipan risalah sedang terhampar luas… menunggu cinta dan pengorbanan…
Bagi jiwa-jiwa yang dikehendakiNya…

Saudaraku tahukah apa arti Cinta yang sesungguhnya…, cinta adalah kasih dan sayang yang melahirkan ketaatan, ketundukan, dan pengorbanan terhadap yang dicintainya. Cinta yang hakiki adalah cinta kepada pemberi cinta itu sendiri, yang mencintai dan tiada pernah putus cintanya. Sebagai mana ketika kita melihat kesempurnaan seluruh alam dan seisinya maka akan kita dapati Ciptaan yang Maha Dahsyat sempurna tanpa cacat. Dan semua itu diciptakan dan ditundukkan Oleh-Nya kepada ummat manusia. Pertanyaannya adalah kenapa Dia menciptakan kesempurnaan ini lalu Ia peruntukkan sepenuhnya kepada manusia??? Sulit memang untuk menjelaskannya kecuali kita memeprsingkat jawaban tersebut dengan satu kata yang kita sebut dengan “cinta” yah cinta… sungguh semua itu diciptakan karena Allah mencintai manusia… SubahanaLLAH…, tetapi apakah cinta itu sudah berbalas???

Saudaraku bisakah engkau jelaskan kepada ku… untuk apa Rasulullah Muhammad SAW berda’wah menyebarkan Islam selama hidupnya…, ia dilempari, diludahi, di cemooh… di katakanan Gila, dikatakan penyihir…, bahkan dalam siroh dikatakan beliau pernah mengikat batu diperutnya hanya untuk menahan lapar agar supaya para sahabat tidak khawatir dengan keadaannya. Semua pahit getir itu ia alami saat ia memperjuankan Rislah Islam… andaikan beliau menerima tawaran Quraisy untuk meninggalkan islam dan kembali pada Thagut…tentu beliau akan menjadi orang yang sejahtera dan terhormat dikalangan penduduk Makkah saat itu. Adakah kata yang paling tepat untuk menjelaskan perasaan Rasul pada saat itu kecuali kata “Cinta”?

Saudaraku dapatkah engkau jelaskan kepada ku… untuk apa Khalifah Umar bin Khattab mengatakan kepada para pejabat pemerintahannya bahwa “jika ada seekor kambing saja yang terjatuh terperosok di antara jalan-jalan yang berada didaerah khilafah maka itu karena kelalaian saya” tahukah kalian apa yang menyebabakan Umar.ra mengatakan demikian… tiada lain kecuali karena “Cinta”. ia hanya ingin agar Islam benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam. Dan agar kelak kekuatan islam itu meningkat sehingga semakin banyak manusia yang menyembah Allah.

Suatu saat dalam sejarah cinta para pejuang kita mengenal Khalid Ibn Walid yang telah membumi ratakan Romawi dan Persia… dan menjadikan kota itu dari zona kekafiran menjadi zona keimanan…

Suatu saat dalam sejarah cinta para pejuang kita diperkenalkan dengan sosok Salahuddin Al Ayyubi yang telah membungkam perlawanan tentara Crusadders (Tentara salib) dengan kemenangan mutlak selama ratusan tahun bahkan setelah ia meninggal.

Suatu saat dalam sejarah cinta para pejuang kita diperkenalkan dengan sosok Muhammad Al Fatih yang telah meluluh lantakkan konstantinopel dalam sehari semalam penyerbuan, hingga keesokan paginya dentingan lonceng gereja berubah menjadi lantunan indah Azan yang dikumandangkan disana…

Suatu saat dalam kisah cinta para pejuang kita kehilangan sosok mereka dan kini tinggallah kenangan…
Akan kah hari-hari keruntuhan khilafah it terus menerus menyisakkan air mata… tanda penyesalan…
Tidak… aku masih disini, berdiri dibarisan cinta para pejuang, sebentar lagi sejarah akan lewat… sambutlah Dia.. karena boleh jadi kamulah yang dicari…ALLAHUAKHBAR!!!

By Andi Yakub