29 September 2010

Nostalgia kehidupan! Belajar dari masa lalu untuk bangkit! Mencari wajah Allah…

Tidak terasa banyak yang telah kita lalui… rentetan panjang panorama kehidupan berlalu seakan-akan telah di atur sebelumnya. teringat masa lalu bersama teman-teman yang lucu dan menghibur & ada juga yang konyol dan menjengkelkan! Ups.. hmm tapi tidak masalah toh semuanya telah berlalu… setiap zaman kita memiliki cerita yang berbeda, ada saat-saat yang indah untuk dikenang, ada pula saat-saat yang pahit tuk disimpan dalam manuskrip sejarah kita. namun tidak ada yang terbuang… semuanya tersimpan rapi dalam arsip memori yang bernama pengalaman! ya pengalaman, karena seburuk apapun hal yang kita alami ternyata dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk merintis masa depan yang masih dipenuhi dengan misteri.
Saudaraku… menyiapkan diri dalam menghadapi masa depan adalah hal yang muthlak harus dilakukan setiap insan! hal ini sejalan dengan apa yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an yang artinya:

Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain (QS.Alam Nasyrah: 7)

yah kehidupan ini adalah kumpulan dari urusan-urusan kita… entah urusan dunia? ataupun urusan akhirat kita… kehidupan ini memiliki dua zona perencanaan, pertama zona Hablumminannas dan kedua zona Hablumminallah. Zona hablumminannas adalah zona perencanaan tentang kehidupan yang kita sesuikan dengan keinginan-keinginan kita seperti cita-cita dan harapan… sedangkan zona hablumminallah adalah apa-apa yang dikehendaki Allah untuk kita… disana terjadi dinamika negosiasi antara doa kita dengan Qada’ dan Qadar-Nya. kita manusia hanya bisa merencanakan dan melaksanakan rencana tersebut, sedangkan hasilnya Allah yang Maha Pemurah lah yang menentukan.

Saudaraku… jangan pernah terlalu bahagia saat mendapatkan apa yang kita inginkan, & jangan pula terlalu sedih pada saat yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan… karena pada dasarnya kehidupan ini hanyalah sandiwara:
Allah swt berfirman…

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(QS. Al-Hadid: 20)

Lihat dan perhatikanlah… lalu perhatikan sekali lagi niscaya engkau akan mengerti bahwa apa yang dikehendaki oleh Allah bagimu adalah yang terbaik. Bukankah Allah yang telah menciptakanmu? Siapa lagi yang lebih mengetahui tentang dirimu kecuali Dia yang Maha mengetahui segala sesuatu..

Saya memiliki seorang tetangga, dia seorang tunanetra, akan tetapi satu hal yang ku kagumi dari kepribadiaannya adalah kindahan keimanan yang terpancar indah dari kekurangannya… walaupun ia seorang tunanetra tapi kewajibannya sebagai seorang muslim tetap ia lakukan. Melihat ketegarannya itu saya berfikir bahwa beliau sangat memahami apa yang disabdakan Oleh baginda Rasulullah Muhammad. Saw yang artinya:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu : Ada seorang laki-laki buta menghadap Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: Ya Rasulullah, sungguh aku ini tidak mempunyai seorang penuntun yang menuntunku ke masjid. Maka beliau memberi keringanan padanya. Ketika ia berpaling pulang beliau memanggilnya dan bertanya: "Apakah engkau mendengar adzan untuk sholat?" Ia menjawab: Ya. Beliau bersabda: "Kalau begitu, datanglah." (HR. Muslim)

Begitulah bahwa kekurangan bukanlah alasan yang dapat membenarkan kita untuk tidak melakukan hal-hal yang mulia (baca: Shalat), akan tetapi justru membuat kita menjadi lebih kuat. Tetangga saya itu memiliki rumah dengan jarak ± 100 meter dari masjid. Dengan kondisi struktur tanah yang tidak rata dan berkelok-kelok ditambah sebuah sungi kecil yang cukup curam. Pertama aku melihat beliau datang kemesjid dibimbing oleh anaknya yang masih kecil, dan terkadang pada saat ingin pulang… anaknya tersebut lebih duluan pergi bermain diluar masjid, sehingga terkadang beliau berdiri dipintu masjid memanggil-manggil anak tersebut agar segera menjemputnya.. Kedua aku melihat beliau datang dengan menggunakan tongkat tanpa didampingi anaknya lagi… ketigakalinya aku melihat beliau berjalan kemesjid dengan menggunakan perasaannya tanpa menggunakan tongkat… Allahuakhbar!!! Hatiku hanyut dalam rasa TAKJUB yang menggelegarkan Akal dan perasaan.
Melihatnya aku mengingat firman Allah swt berfirman yang artinya:

…Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.(QS.Al-Fath:29)

Saudaraku keunggulan seseorang dimata Allah bukanlah pada kuatnya tubuh, indahnya paras, kayanya harta, ataupun tingginya pangkat. Akan tetapi keunggulan manusia terletak pada Ketaqwaan di tengah gelombang kehidupan yang memperdaya…, itulah yang Allah swt nilai dari diri kita.

Saudaraku kembali kepada pembahasan awal, sebenarnya masa lalu kita seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi kita untuk membangun benteng kehidupan yang lebih kokoh dimasa yang akan datang, seperti saudara kita yang tunanetra diatas…, beliau akhirnya mampu untuk pergi kemesjid walau tidak didampingi lagi, karena beliau telah belajar dari pengalamannya saat ia memulai untuk menuju ke masjid untuk yang pertama kalinya. Kekurangannya justru menjadi pemanis ketaqwaan yang kelak akan membuatnya bisa tersenyum… karena pandangan yang pertama kali yang insyaAllah akan dia lihat di akhirat kelak adalah Wajah Allah Azza Wajallah… yang Maha Indah…

Allah swt berfirman yang artinya:
" Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Mereka melihat RabbNya" (QS. Al-Qiyamah : 22-23)
“Bagi orang-orang yang berbuat ihsan, ada pahala yang terbaik dan tambahan"
(QS.Yunus : 26)

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menafsirkan tambahan dengan kenikmatan melihat wajah Allah. Disebutkan pula dalam hadits bahwa orang-orang beriman akan melihat Rabb mereka pada hari kiamat dan ketika di dalam jannah.

Rasulullah saw bersabda yang artinya:
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu : ia berkata:Bahwa kaum muslimin pada masa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: Wahai Rasulullah, apakah kami dapat melihat Tuhan kami di hari kiamat? Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Ya! Kemudian beliau melanjutkan: Apakah kalian terhalang melihat matahari di siang hari yang cerah, yang tidak ada awan sedikit pun? Apakah kalian terhalang melihat bulan pada malam purnama yang cerah tanpa awan sedikit pun? Kaum muslimin menjawab: Tidak, wahai Rasulullah. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Kalian tidak akan terhalang melihat Allah Taala pada hari kiamat, sebagaimana kalian tidak terhalang melihat salah satu dari matahari dan bulan,… (HR.Muslim)

Masa lalu kehidupan kita janganlah menjadi batu penghalang untuk kita membenahinya dalam menjemput masa depan… karena orang-orang yang beriman harus optimis dalam memandang masa depan! Allah swt berfirman yang artinya:
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.(QS. Al-Hadid: 21)

Dan ketahuilah saudaraku bahwa segala sesuatunya sebenarnya telah tercatat, saya mengutip bahasa Dr. Aidh Al-Qarni (penulis La-Tahzan : Best seller International) beliau berucap: “Sesungguhnya kita pada dasarnya sedang melalui sesuatu yang telah ada dan direncanakan Oleh-Nya.”

Allah swt berfirman yang artinya:
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.(QS. Al-Hadid: 22)
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al-Hadid: 23)

Kaget! Ooh jangan syok yah?? Mungkin kita bertanya-tanya… kalau memang semuanya sudah ada garis takdirnya.. untuk apa kita berusaha lagi! Jawabannya bahwa Usaha yang kita lakukan adalah upaya pencarian takdir kita, bayangin aja kalau kita diam dan tidak mau ngapa-ngapain… ye jadi patung tuh namanya… kalau bahasa teman-teman aktivis “BERGERAK TUNTASKAN PERUBAHAN! KARENA DIAM BERARTI MATI!” Woooww dapat nilai 95.. kerenlah..chie.

Dan untuk melengkapi Motivasi kita untuk bangkit ku tuliskan kepada kalian sebuah surat cinta dari-Nya yang Maha pengasih lagi Maha penyayang… dan tolong surat cinta ini di balas yah.. (dibalas dengan ketaatan kepada-Nya) semoga saya dan anda masuk dalam golongan Hamba-hamba yang beruntung…
Allah swt berfirman yang artinya:

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya(selain syirik) Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Az-Zumar: 53)

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran (QS. Al-Baqarah: 186)

By Andi Yakub Abdullah (Refleksi Mencari Wajah Allah)

21 September 2010

Surat Al-Muzzammil dan Al-Muddatstsir Mengilhami Kekuatan Besar Seorang Aktivis Muslim


Kekuatan besar itu masih tersa, kekuatan yang telah tercatat oleh sejarah dunia bagian timur dan barat, sejarah ketika Panglima besar Khalid Ibnul Walid menyapu bersih 2 kerajaan terbesar yaitu Romawi dan Persia yang di taklukkan dan dibebaskan dari doktrin salibis dan majusi (penyembahan api). Sejarah ketika Salahuddin Al Ayyubi meratakan benteng Yerussalem kota suci 3 agama yang pada malam hari sebelum penyerbuannya mereka Qiamullail persis dihadapan benteng yang dijaga ketat ribuan batalyon tentara Lion Heart (Crussaders). Sejarah ketika Muhammad Al fatih menaklukkan pusat kekuatan Romawi di konstantinopel dengan membawahi ribuan tentara Allah yang tidak pernah meninggalkan Qiamullailnya…
Jika kita memperhatikan megenai surat Al Muzzammil disana terdapat beberapa penegasan mengenai perisapan / perbekalan untuk menguatkan rohani guna persiapan menerima wahyu, yaitu dengan {bangun di malam hari untuk bersembahyang tahajjud, membaca Al Quran dengan tartil; bertasbih dan bertahmid; perintah bersabar terhadap celaan orang-orang yang mendustakan Rasul}. Tugas seorang aktivis muslim adalah tugas yang maha dahsyat, merubah tatanan kejahiliaan menuju tatanan yang terang benderang. Inilah yang di sinyalir dala riwayat yang berbunyi
“mereka bagai rahib-rahib di malam hari yang bermunajat sambil menagis dihadapan keMaha_Agungan Tuhannya…….”
Dilajutkan dalam surat Al Muddatstsir Allah Rabbul Izzati menegaskan tentang {Perintah untuk mulai berda´wah mengagungkan Allah, membersihkan pakaian, menjauhi maksiat, memberikan sesuatu dengan ikhlas dan bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah; Allah akan mengazab orang-orang yang menentang Nabi Muhammad s.a.w. dan mendustakan Al Quran; tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang ia usahakan}. Hal inilah yang dikatakan dalam lanjutan riwayat diatas tadi:
“…….dan kemudian pada siang hari Mereka bagaikan singa-singa bertaring tajam yang siap mengeksekusi perintah Tuhan, menegakkan hukum-hukumNya,
dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
Saudaraku tahukah kalian bahwa amanah Da’wah ini (menjadi soko guru alam semesta) pernah ditawarkan kepada langit dan bumi..?, dan kemudian hampir2 saja langit dan bumi pecah mendengar amanah itu ditawarkan kepada mereka, karena beratnya…mereka menjawab “kami tidak akan sanggup ya Allah”. Saudaraku tahukah kalian bahwa setelah itu manusia juga di tawarkan amanah da’wah ini (menjadi soko guru alam semesta), lalu apa jawaban manusia…”InsyaAllah kami sanggup” Allahuakhbar…
Begitu berani dan kuat manusia ini.., inilah yang mebuat kita berbeda dengan mahluk ciptaan Allah lainnya… membuat kita menjadi paling mulia diantara ciptaanNya…, sekaligus menjadi factor utama dan satu-satunya mengapa kita terlahir kedunia ini. kalau begitu bagai mana dengan manusia hari ini??? Dan dimanakah posisi kita???...saudaraku rasanya lebih baik kita mati saja sekarang jika kita tidak ambil bagian dalam proyek khusus manusia ini… karena hanya karena itulah kita ada dan wujud di dunia ini.
Sudaraku itulah jawaban mengapa kekuatan tokoh sekaliber Khalid ibn Walid, Shalahuddin Al Ayyubi, dan Muhammad Al Fatih, lahir untuk kemudian menjadi sebuah sejarah yang prestisius dalam perjalanan nafas kehidupan. Mereka lahir dari kekuatan-kekuatan Qiamullail mereka. Menerima perintah dalam suasana batin yang sejuk di malam hari, lalu kemudian di siang harinya mereka menegakkan kebenaran dengan penuh gemuruh api yang membakar hati demi kerinduan memuliakan manusia, demi kerinduan bersua dengan Allah Arrahmaan…Arrahiim…hingga akhirnya tiada lagi fitnah dalam agama ini, hingga Akhirnya seluruh agama itu hanyalah untuk Allah…suatu saat nanti ketika islam membahana di seluruh sisi bumi, saat kita tidak lagi mampu membedakan antara pesona keimanan seorang/individu muslim dan pesona kemuliaan dari Islam itu sendiri. Salam kebangkitan.

Perjuangan Da’wah adalah kisah Cinta dan Pengorbanan


Hawa Spirit perlawanan terhadap kebatillan itu masih terasa…
Dari kejauhan abad, tahun, bulan, hari, dan jam..
Ya hawa itu masih terasa…, dekat…. Bahkan sangat dekat…
Disini… di dada ini… titipan risalah sedang terhampar luas… menunggu cinta dan pengorbanan…
Bagi jiwa-jiwa yang dikehendakiNya…

Saudaraku tahukah apa arti Cinta yang sesungguhnya…, cinta adalah kasih dan sayang yang melahirkan ketaatan, ketundukan, dan pengorbanan terhadap yang dicintainya. Cinta yang hakiki adalah cinta kepada pemberi cinta itu sendiri, yang mencintai dan tiada pernah putus cintanya. Sebagai mana ketika kita melihat kesempurnaan seluruh alam dan seisinya maka akan kita dapati Ciptaan yang Maha Dahsyat sempurna tanpa cacat. Dan semua itu diciptakan dan ditundukkan Oleh-Nya kepada ummat manusia. Pertanyaannya adalah kenapa Dia menciptakan kesempurnaan ini lalu Ia peruntukkan sepenuhnya kepada manusia??? Sulit memang untuk menjelaskannya kecuali kita memeprsingkat jawaban tersebut dengan satu kata yang kita sebut dengan “cinta” yah cinta… sungguh semua itu diciptakan karena Allah mencintai manusia… SubahanaLLAH…, tetapi apakah cinta itu sudah berbalas???

Saudaraku bisakah engkau jelaskan kepada ku… untuk apa Rasulullah Muhammad SAW berda’wah menyebarkan Islam selama hidupnya…, ia dilempari, diludahi, di cemooh… di katakanan Gila, dikatakan penyihir…, bahkan dalam siroh dikatakan beliau pernah mengikat batu diperutnya hanya untuk menahan lapar agar supaya para sahabat tidak khawatir dengan keadaannya. Semua pahit getir itu ia alami saat ia memperjuankan Rislah Islam… andaikan beliau menerima tawaran Quraisy untuk meninggalkan islam dan kembali pada Thagut…tentu beliau akan menjadi orang yang sejahtera dan terhormat dikalangan penduduk Makkah saat itu. Adakah kata yang paling tepat untuk menjelaskan perasaan Rasul pada saat itu kecuali kata “Cinta”?

Saudaraku dapatkah engkau jelaskan kepada ku… untuk apa Khalifah Umar bin Khattab mengatakan kepada para pejabat pemerintahannya bahwa “jika ada seekor kambing saja yang terjatuh terperosok di antara jalan-jalan yang berada didaerah khilafah maka itu karena kelalaian saya” tahukah kalian apa yang menyebabakan Umar.ra mengatakan demikian… tiada lain kecuali karena “Cinta”. ia hanya ingin agar Islam benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam. Dan agar kelak kekuatan islam itu meningkat sehingga semakin banyak manusia yang menyembah Allah.

Suatu saat dalam sejarah cinta para pejuang kita mengenal Khalid Ibn Walid yang telah membumi ratakan Romawi dan Persia… dan menjadikan kota itu dari zona kekafiran menjadi zona keimanan…

Suatu saat dalam sejarah cinta para pejuang kita diperkenalkan dengan sosok Salahuddin Al Ayyubi yang telah membungkam perlawanan tentara Crusadders (Tentara salib) dengan kemenangan mutlak selama ratusan tahun bahkan setelah ia meninggal.

Suatu saat dalam sejarah cinta para pejuang kita diperkenalkan dengan sosok Muhammad Al Fatih yang telah meluluh lantakkan konstantinopel dalam sehari semalam penyerbuan, hingga keesokan paginya dentingan lonceng gereja berubah menjadi lantunan indah Azan yang dikumandangkan disana…

Suatu saat dalam kisah cinta para pejuang kita kehilangan sosok mereka dan kini tinggallah kenangan…
Akan kah hari-hari keruntuhan khilafah it terus menerus menyisakkan air mata… tanda penyesalan…
Tidak… aku masih disini, berdiri dibarisan cinta para pejuang, sebentar lagi sejarah akan lewat… sambutlah Dia.. karena boleh jadi kamulah yang dicari…ALLAHUAKHBAR!!!

By Andi Yakub

25 Juli 2010

Wahai Ummat Islam BERSATULAH


Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaff: 4)

Kebenaran yang tidak terorganisir mampu dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisir
(Ali Bin Abu Thalib)
Jama’ah : sekumpulan manusia yang bersatu, memiliki visi yang sama, dan saling bekerja sama dalam mewujudkan tujuannya.
Jama’ah kaum muslimin : Seluruh kaum muslimin dalam naungan konsep Nubuwwah (kekhalifahan)
Jama’ah sebagian kaum muslim : Organisasi-organisasi gerakan Islam yang memiliki konsep tertentu dalam mengembalikan Daulah Islamiyah, yang terdiri atas manusia-manusia yang sefiqroh dalam meujudkan cita-cita tentang Islam di masa depan.

Kita kehilangan jama’ah kaum muslimin, yang ada kini hanyalah jama’ah sebagian kaum muslimin… banyak gerakan islam yang bermunculan, dengan konsep yang menurut mereka paling benar, dan mereka bersungguh-sungguh dalam mewujudkannya. Bagi kita banyaknnya gerakan dengan bendera yang bebeda bukanlah masalah… selama perbedaan itu tidak menyinggung wilayah aqidah dan Ibadah. Perbedaan gerkan Islam merupakan kumpulan bunga-bunga yang indah, perbedaan warnanya justru membuatnya semakin indah.

Kita mengajak seluruh gerakan Islam untuk focus dalam masalah-masalah yang lebih besar ketimbang memperdebatkan warna gerakan. Hari Ini freemasonry (ZIONIS) dan sekutunya Amerika + Sebagian Negara Eropa etc.. sedang gencar-gencarnya melakukan kosolidasi Internal & eksternal untuk tetap menjadikan Islam sebagai sejarah masa lalu (hanya kenangan), Mereka membangun Badan Intelegen, Melakukan Ghawzul Fikri, Membantai saudara-saudara kita tanpa ampun (Palestine, Irak, Afganisthan, Checnya, Bosnia etc..) dan cold war (membuat Nuklir dan Bom-bom teknologi canggih). Sementara kita masih disibukkan dengan pemasalahan Internal kita… mengenai warna-warni gerakan yang merupakan sunnatullah…

Jangan pernah melawan ketentuan alam, karena engkau pasti dikalahkannya… tetapi cobalah memahaminya dan ikuti arusnya lalu belokkan sedikit-demi sedikit lalu arahkan arus tersebut ke padanya dan engkau akan menang…

Hari ini Islam lebih dikenal sebatas sebuah Agama seperti Agama-Agama lainnya yang menjadi jalan hidup, dan berkutat pada masalah-masalah simbolis/ ritual-ritual belaka. Banyak diantara manusia Muslim tidak memahami Islam sebagai petunjuk dalam mengelola kehidupan secara keseluruhan…

Islam hanya ada di masjid-masjid, kantor-kantor Urusan Agama (KUA), dan di beberapa mata pelajaran SD, SMP, SMA, dan di bangku-bangku perkuliahan yang dalam masa ± 4 tahun hanya 2 SKS.
Islam yang dikenal di negeri mayoritas muslim ini hanya berputar pada masalah membenarkannya melalu lisan, akan tetapi tidak dibenarkan didalam hati apa lagi dalam amal perbuatan.

Coba lihat kalau ada seorang yang hafiz Al-Qur’an akan dihadiahkan Naik Haji/ belikan rumah/ di PNSkan, akan tetapi ketika Islam diamalkan dalam perbuatan tiba-tiba di bilang ekstrim, dipenjara dll. Aneh kan negeri ini.

Kita harus berada dalam jama’ah, karena rival da’wah (yahudi, nasara, Atheis etc..) juga memiliki jama’ah kebatilan. Jama’ah Islam yang kita bangun hendaklah memiliki konsep yang jelas mengenai kebangkitan Islam, dan hendaklah konsep terbut Syumul (menyeluruh) menyentuh seluruh aspek kehidupan, agar Islam yang dikenal adalah islam yang sebenarnya sebagai mana Islam yang dibangun oleh Rasulullah saw.. dan para sahabat.

Islam adalah sistem kehidupan yang lengkap dan paripurna serta bersifat universal. Ia mengatur kehidupan kita sejak kita bangun dari tidur sampai kita tidur kembali. Ia menata kehidupan kita sebagai individu dan masyarakat. Menata ibadah kita seperti ia menata ekonomi dan politik kita. Ia menata hukum kita seperti ia menata kehidupan sosial budaya kita. Ia adalah Qur’an dan pedang, masjid dan pasar, agama dan negara, iman dan ilmu, ibadah dan seni.(Hasan Al-Bana)

Jadikan Islam sebagai soko guru alam semesta… sebagai mana Allah menghendakinya, yang karenanya Alam semesta diciptakan, Al-Qur’an diturunkan, Nabi di utus, dan neraka dan surga dijanjikan.

Kita membutuhkan kekuatan, dan kekuatan Islam itu ada pada persatuaannya, dan kelemahannya adalah pada berpecah belahnya mereka…, rindu kiranya diri ini melihat Islam kembali bangkit dan melanjutkan pembebasan-pembesan di seluruh dunia… Islam adalah Emas & Kekuasaan adalah penjaganya serta pembuka jalan kemenangan baginya…

jika umur kita tidak sepanjang jalan menuju kebangkitan Islam, maka paling tidak saat ini kita berada pada barisan perjuangan tersebut …

jika tidak menjadi pemimpinnya, maka paling tidak kita menjadi prajuritnya yang setia (Muhammad Al-Fatih; Doa prapenakhlukkan Ibu kota Romawi Timur_Constantinople)

Katakanlah: "Kebenaran Telah datang dan yang batil itu tidak akan memulai dan tidak (pula) akan mengulangi (QS. Saba: 49)

By Andi Yakub

Wallahu Ta’Ala A’lam

25 Oktober 2009

Menjaga KESUCIAN DIRI DENGAN “CINTA”


beberapa bulan yang lalu kita telah berpisah dengan bulan Ramadhan yang mulia… kesedihan dan kebahagiaan bercampur aduk tepat pada saat seluruh ummat muslim pergi ke mesjid, lapangan, jalan raya, padang pasir dan berbagai tempat suci untuk melaksanakan shalat Id. Satu bulan latihan untuk mengendalikan hawa nafsu bukanlah waktu yang singkat untuk sebuah perjalanan spiritual. latihan tersebut memberikan pengalaman spiritual yang mengajari diri untuk lebih taat kepada Allah, dan sabar dalam mengarungi jalan panjang kehidupan yang penuh dengan panorama ujian-ujian berat. beruntunglah orang-orang yang memlih jalan keselamatan dan merugilah orang-orang yang memperturutkan bahkan menuhankan hawa nafsunya… setiap keputusan hidup pasti memiliki konsekuensi logis dimana setiap pilihan meminta syarat yang harus dipenuhi, seperti Cinta kepada Allah swt adalah sebuah pilihan yang termulia yang melahirkan konsekuensi Cinta yaitu pengorbanan dan kemampuan bertahan dalam gelombang ujian!!! Allah Azza Wajallah berfirman:

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami Telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya kami Telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.(Al-An’Kabut: 2-3)

Saudaraku… Sesungguhnya hidup ini bukanlah untuk dijadikan permainan. hidup ini adalah pilihan Iman kepada Allah atau Kafir pada-Nya… pilihan untuk menjadi bermakna atau menjadi binasa tanpa arti. Tahukah anda wahai saudaraku… bahwa Allah menciptakan Alam semesta, langit dan bumi serta apa-apa yang ada diantara keduanya atas dasar “Cinta” yang telah mengharu biru kepada manusia…
Dalam Hadist Qudsi Allah Subehanawata’ala berfirman yang artinya:

“Anak Adam. Aku telah menciptakanmu untuk diri-Ku dan Aku menciptakan segala sesuatu untuk dirimu. Oleh karena itu, sebagai hak-Ku janganlah kamu terlena dengan sesuatu yang Aku ciptakan untukmu dan berpaling dari penciptaanmu.”

Saudaraku… Sesungguhnya langit dan bumi ini telah ditunddukkan untuk kepentingan manusia, agar manusia pun tunduk kepada-Nya… saudaraku apakah arti dari ini semua, tidalah kata yang paling tepat untuk mewakili keseluruhan makna pemberian Allah SWT itu kecuali kita menghimpunnya dalam satu kata “Cinta” yah.. itu lah cinta.
saudaraku… ketika kita berbicara mengenai Cinta, maka ibarat sebuah koin logam dibalik cinta ada rasa cemburu… kenapa???, karena rasa cemburulah yang kemudian mendorong agar terus menerus membukitkan cinta…, sehingga cinta terbagun dengan indahnya.

“Allah swt itu cemburu, dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah ketika orang yang beriman melanggar larangan-Nya.”(HR. Muslim)

lihatlah sepasang suami isteri yang saling mencintai, cinta mereka berbunga-bunga dikarenakan kesetiaan dan pengorbanan keduanya yang setiap hari mereka buktikan…melalui ucapan, tingkah laku, dan ketaatan masing-masing sebagai bukti cinta mereka. jika ada salah satu diantara mereka yang kemudian melakukan hal melanggar kesetiaan, maka akan terjadi kecemburuan yang melahirkan kemurkaan dalam hubungan mereka… yah begitu pula jika seorang hamba Allah kemudian membalas Cinta Allah dengan kedurhakaan serta perbuatan dosa, maka akan tampak kehidupan hamba tersebut dalam kesulitan. namun ketahuilah jika Allah swt masih memberikan teguran, maka sebenarnya Allah sedang “cemburu”.
Ibn Qayyim Al-Jauziyyah mengatakan bahwa Allah swt merasa cemburu terhadap hati hamba-Nya yang kosong dan hampa dari rasa cinta, rasa takut, dan harapan kepada-Nya. begitu juga jika didalam hati hamba tersebut terdapat selain Allah… oleh karena itu jika Allah swt menhendaki kebaikan bagi seorang hamba-Nya, Dia akan menguji dengan berbagai siksaan kepada hatinya: saat ia berpaling dari-Nya dan disibukkan dengan cinta kepada selain-Nya hingga hatinya kembali kepada Allah… Jika anggota tubuhnya disibukkan dengan selain amal kepada-Nya, Allah akan mengujinya dengan berbagai jenis cobaan dan mala petaka hingga akhirnya ia kembali beramal ikhlas (Karena Allah semata).
saudaraku… cemburu adalah suatu keadaan dimana kita tidak senang dengan kekasih lantaran melakukan perbuatan yang membuat iri perasaan kita, sehingga kita akan melakukan bermacam cara agar sang kekasih lebih memperhatikan kita dari pada yang lainnya walaupun untuk hal ini kita terpaksa menyakitinya… ya menyakiti sebagai tanda sayang, bukan kebencian… begitulah jika orang-orang beriman kemudian menaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan selalu senantiasa setia membela dan mencintai hukum-hukumnya… maka Allah akan selalu membela hati, anggota tubuh, keluarga, istri, dan harta manusia-manusia tersebut. coba perhatikan dengan seksama hadist Qudsi berikut:
“Aku menciptakanmu untuk diri-Ku maka janganlah kamu bermain-main. dan aku telah menanggung rezekimu maka janganlah kamu menyusahkan dirimu. Anak Adam, mintalah kepada-Ku niscaya kamu akan mendapatkan-Ku. Jika kamu telah mendapatkan-Ku, kamu telah mendapatkan segala sesuatu. Jika kamu tidak mendapatkan-Ku, kamu akan kehilangan segala sesuatunya. Aku lebih baik bagimu dari pada segala sesuatu.”

segala puji bagi Allah yang Maha Mencintai yang tiada pernah putus Cinya-Nya… semoga kita semua tertuntun Oleh-Nya dalam menyelami samudera Cinta yang sesungguhnya… yah.. cinta yang mengajari kita tentang hakikat Cinta sesungguhnya… yang membuat kita memiliki peribadi yang suci, bukankan kesucian diri sebagai syarat menikmati syurga.

Seseorang tidak akan meninggalkan segala sesuatu yang dia cintai dan ingini dengan begitu saja melainkan demi hal lain yang dia cintai dan ingini juga. Artinya dia meninggalkan dari cinta yang lebih rendah menuju cinta yang lebig tinggi (Ibn Qayyim Al-Jauziyyah)

oleh karena itu mari kita berpindah kapada Cinta yang lebih tinggi… yang kelak akan menhangkat kita dari lembah kehinaan menuju puncak kemuliaan… belajarlah untuk Mencintai-Nya… karena sungguh terlalu banyak tanda Cinta yang telah diberikan oleh-Nya kepada kita namun kita jarang memperhatikan apalagi membalasnya… tiada yang lebih menyakitkan bagi seorang pecinta kecuali Cinta yang tak terbalas, dan tiada yang lebih indah bagi seorang pecinta melainkan terbalasnya Cinta …ok keep Love Allah in your heart every time…

By Andi Yakub (Refleksi Cinta dan cemburu)

15 Agustus 2009

Jika di Syurga ada BIDADARI lalu Wanita Dunia ke Mana ya???


“hidup ini seperti lampu minyak, jika minyaknya sudah habis maka matilah lampunya.”
Kita adalah kumpulan lampu-lampu kecil, dan waktu adalah minyaknya.
Ketika saatnya telah tiba, maka kembalilah diri kita kepada ketiadaannya…

Perjalanan hidup kita sudah cukup untuk mengajari kita tentang pesan-pesan hati yang selalu kita dustai. Sudah jelas jalan yang benar dan jalan yang salah, namun pengingkaran kita terhadap kebenaran membuat kita cenderung kepada kesalahan. Sebenarnya tidak ada yang sia-sia dalam kehidupan ini, semuanya penuh dengan makna, penuh dengan arti, penuh dengan hikmah yang banyak. Namun semua itu hanya dapat termaknai, hanya dapat terartikan, hanya dapat terhikmahkan ketika kita selalu belajar dari hal-hal yang telah berlalu dalam hidup kita dan berkomitmen untuk merubah kegagalan menjadi peluang.

Saudaraku tidak ada mahluk yang sempurna di dunia ini, sehingga kita bisa menyimpulkan kesalahan yang kita telah lakukan merupakan sebuah hal yang wajar, namun kewajaran ini tidak membuat kita terlena dalam kesalahan. Karena sesungguhnya melalui kesalahanlah kita banyak belajar tentang kebenaran.

Saudaraku adalah sebuah keniscayaan bahwa suatu saat nanti kita semua akan tiada lagi didunia ini…,
Berpisah dengan orang-orang yang kita cintai dan tinggallah kita sendiri berteman sepi… hanya amal yang kelak akan menemani kita untuk mempertanggung jawabkan segala hal yang telah kita lakukan selama hidup di dunia. Yang terpenting sebenarnya bukan seberapa panjang umur yang akan diberikan oleh-Nya… akan tetapi yang terpenting adalah seberapa banyak hal yang kita lakukan karena-Nya.

Ada sebuah harapan yang Allah berikan kepada setiap hamba-hambaNya yang beriman… yaitu syurga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai… disana ada bidadari-bidadari yang bermata jeli diperuntukkan bagi semua kaum adam yang menjaga diri dan kehormatannya, membela syariatnya.

Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin (QS. Ar-Rahman: 56)

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah bagai mana dengan kaum hawa yang ada di dunia??? Dimanakah mereka??? Apakah mereka hanya sebagai pelengkap hidup di dunia ini???...

Bisa dibilang ya… bisa juga dibilang tidak..!!!
Yah… wanita dunia memang hanya sebagai pelengkap hidup bagi kaum adam yang memang telah diciptakan pertama kali. Tapi tunggu dulu… pernyataan ini hanya diperuntukkan bagi wanita-wanita yang hidupnya tidak untuk taat terhadap apa-apa yang Allah perintahkan dan selalu melanggar larangan-larangan-Nya…oleh karena itu Rasul bersabda bahwa: “kelak Neraka akan dipenuhi oleh sebagian besar dari Wanita”

Tidak… wanita dunia bukan hanya sekedar pelengkap hidup bagi kaum adam. Tapi tunggu dulu… pernyataan ini hanya di peruntukkan kepada wanita-wanita yang hidupnya selalu diisi dan di hiasi dengan ketaatan kepada Allah SWT… mereka inilah wanita-wanita yang kelak akan lebih mulia dibandingkan bidadari-bidadari Syurga. Allah SWT berfirman tentang mereka

"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan" (Ali-Imran: 195).

Tidak bisa disangsikan bahwa kenikmatan Surga sifatnya umum untuk laki-laki dan perempuan.
Bahkan sebenarnya Wanita Dunia yang kelak akan mendiami syurga itu lebih indah dibandingkan bidadari yang telah ada di syurga, mengapa? Karena wanita dunia yang saleha telah melalui berbagai macam ujian dunia sehingga mereka memiliki pahala dan amal shaleh, dan sebagai balasannya mereka diberi oleh Allah kesempurnaan yang tiada duanya kelak di akhirat nanti. Allah berfirman tentang mereka:

"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan langsung” (Al-Waqi'ah: 35).

Maksudnya adalah bahwa kelak di akhirat nanti tepatnya di Jannatul Firdaus para wanita-wanita yang beruntung memasukinya maka Allah akan mengulangi menciptakan mereka sehingga kekurangan-kekurangan mereka Allah tiadakan dan yang tampak hanyalah keindahan yang tiada taranya. Suatu saat Rasulullah pernah “bercanda” beliau di emui seorang nenek tua yang bertanya kepadanya “ya Rasulallah… bagaimanakah caranya agar saya bisa masuk syurga? Lalu rasulullah menjawab: nek… orang seperti nenek ini tidak ada di syurga…, sontak nenek tersebut terkejut dan sedih putus asa, lalu Rasulullah kembali melanjutkan: maksud saya Insya Allah kelak jika nenek masuk syurga, maka nenek akan kembali muda sehingga tidak ada lagi nenek-nenek di syurga… sang nenek pun akhirnya tersenyum.

Saudariku… sungguh tiadalah harga seorang wanita kecuali karena akhlaknya… salah seorang ustadz. Pondok peantren di makassar pernah bercerita lucu tentang hadist Rasulullah…

Wanita itu dinikahi karena empat perkara; karena harta bendanya, karena keturunannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang beragama, maka kamu akan beruntung

Ustadz. Melanjutkan… jika wanita di nikahi karena hartanya itu nilainya “0” :-(
Jika wanita di nikahi karena keturunan darah biru misalnya, maka nilainya juga “0” :-(
Jika wanita di nikahi karena kecantikannya maka nilainya juga “0” :-(
Jika wanita di nikahi karena agamanya maka itu nilania “1” :-)
Sehingga jika pilih wanita untuk di nikahi maka cari dulu yang baik agamanya (1), syukur-syukur kalau berharta (+0), syukur lagi kalau keturunan baik-baik (+0), dan syukur lagi kalau cantik (+0) sehingga total nilai dari wanita itu (1000)….. hehehe… sontak semua hadirin yang mendengar ceramah tersebut tergelak tawa… termasuk saya :-) :-) :-)..

Sudari bisa bayangkan jika kelak di dunia Suami anda menjadi ahli syurga sedangkan anda (isterinya) menjadi ahli neraka, maka suami anda tidak perlu pusing karena Allah akan mengganti anda dengan bidadari syurga yang lebih atas segala-galanya dari pada anda…

Pada initinya tulisan ini membawa kita kepada satu kesimpulan, bahwa
Seluruh wanita dunia baik sadar ataupun tidak sadar sedang diuji untuk kelayakannya menjadi lebih dari bidadari syurga atau menjadi pelengkap dunia saja. Sehingga jawabannya pun hanya satu, yaitu menjadi taat kepada perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya atau mengabaikan-Nya dan engkaupun akan di abaikan-Nya… NauzubillahiMinzaalikh…
Jika engkau ingin melihat bagai mana masa depan suatu bangsa maka lihatlah wanita-wanitanya, jika wanitanya baik maka bai pula masa depan bangsa itu, jika wanitanya hancur maka hancur pula masa depan bangsa itu!!! Mengapa? Karena dari rahim wanitalah lahir para pahlawan yang gagah berani!!! Yang kelak akan meawarisi negeri ini…wallahu ‘alam bisshowwab…

By Andi Yakub (Refleksi wanita dan kehidupan)

06 Juli 2009

Sepeda Tua yang Penuh Cinta


Sejak awal juni tepatnya tanggal 8 juni 2009, saya bersama teman-teman Ikhwan (laki-laki) yang KKN di daerah bantimurung bersama-sama melakukan shalat berjamaa’h di mesjid Nurul muttaqien. Semua tampak biasa namun ada satu hal yang unik dan selalu menggelitik perasaan saya kala itu…
sebuah sepeda tua yang terparkir rapi didepan mesjid tiap kali waktu shalat masuk. Mulanya saya berfikir bahwa sepeda tua itu adalah milik anak-anak comel kelurahan kalabbireng yang dipaksa shalat oleh orang tuanya he..he..,

Kebetulan setiap selesai shalat ashar disana selalu diadakan pengajian TPA yang memang di hususkan untuk anak-anak. Namun interpretasi saya yang pertama ini buyar seketika saat melihat anak-anak tersebut pulang denga ria sembari berlari dengan kaki-kaki mungil mereka, ternyata mereka tidak menggunakan sepeda tua itu. Harapan ku tentang kebenaran persangkaan tadi tidak serta merta hilang karena masih ada seorang anak lagi yang masih mengaji sendirian didalam mesjid, yah aku berharap dialah yang akan membuktikan kebenaran dari hipotesis ku tentang anak kecil dengan sepeda tuanya. Keadaan ini di sambut sinis dengan seorang teman ku yang beceloteh dengan mengatakan jika memang benar anak yang tinggal sebatang kara didalam mesjid itu adalah pemilik sah dari sepeda tua ini maka dia layak digelar sebagai “bayi tua”, hm… aku sontak kaget dan tergelak tawa, sungguh konyol bahasa sohibku yang satu ini.

Akhirnya waktu itu pun tiba, saat-saat menegangkan menunggu jawaban dari hal yang sebenarnya sangat spele namun cukup menggelitik hati. Akhirnya anak tersebut pun keluar sembari mencocokkan sandal dengan kaki kecilnya iapun menuju tempat parkir sepeda tua yang penuh misteri itu. Jantungku terhenti sejanak ketika ia menyentuh sepeda tua itu, tapi… ternyata ia hanya ingin memindahkannya. Setelah sepeda tua itu terpindahkan, tampak olehku sebuah sepeda kecil disampingnya, saat itu tahulah aku bahwa anak tersebut bukan pula pemilik sepeda tua, akan tetapi ia adalah pemilik sepeda muda yang terparkir disampingnya.

Jawabannya belum ku temukan, aku harus pulang dengan penuh rasa penasaran. Sembari bertanya-tanya akankah aku dapat mengetahui siapa pemilik sepeda itu. Aku yakin kesabaran akan menuntunku untuk mengetahuinya, sebab setahu saya “kesabaran yang lama pasti akan beroleh kebahagiaan yang sempurna” siang berganti malam, malam berganti siang dan begitu seterusnya. Akhirnya pada suatu subuh yang teduh, saat-saat lantunan indah azan subuh di kumandangkan aku berkemas untuk persiapan shalat berjama’ah subuh di masjid Nurul Muttaqien. Dipertengahan jalan dengan menggunakan motor aku terkagetkan dengan sesosok orang tua dengan sepeda tuanya berada tepat didepan ku saat berada di jalan raya. Motorku yang tadinya meelaju bak motor GP Valentino Rossi tiba-tiba kuperlambat selambat onta yang kelaparan he..he..he.., hanya karena satu hal, yah karena satu hal… aku telahpun menemukan jawabannya…ternyata sepeda tua itu adalah kepunyaan seorang kakek tua yang setiap Azan dikumandangkan ia dengan penuh semangat mengayuh sepedanya untuk shalat berjamaa’ah di masjid.

SubahanaLLah… hati ku hanyaut tergetar, rasa haru menyapaku dalam sunyi dingin disubuh itu. Sepeda tua itu memiliki arti tersendiri bagiku mulai saat itu. Bukan karena sepeda tuanya, akan tetapi karena pemilik dari sepeda tua itu yang memiliki hati yang dipenuhi rasa “cinta”, yah… rasa cinta yang mekar didalam dadanya yang telah keriput ditelan masa… rasa cinta yang membuat tulangnya yang rapuh mampu mengayuh sepeda dengan penuh energi… rasa cinta yang membuatnya tetaap taat beribadah di usianya yang senja… rasa cinta yang membuat usia tuanya memiliki jiwa muda…, yah… rasa cinta pada Allah rabbul Izzati yang maha mencintai, dan tiada putus cintanya.
Mulai saat itu aku mengalami perenungan yang panjang, ada pertanyaan yang berbisik malu dalam dada muda ku… “akhi apakah antum kelak bisa istiqomah seperti orang tua itu?” tiba-tiba aliran darah mudaku deras mengalir di jantung dan sangat terasa… ya Rabb semoga engkau menguatkan pundakku untuk memikul amanah kehidupan yang engkau berikan, dan menguatkan kakiku untuk berjalan dijalan panjang hidup yang disertai onak duri dengan tetap dalam keimanan dan ketaqwaan kepada-Mu selama-lamanya.

Allah SWT berfirman yag artinya:

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al-Hadid: 21)

Saudaraku suatu saat nanti ada hari dimana kita akan meninggalkan dunia untuk selama-lamanya, tidak ada seorangpun yang mengingkari kemaatian akan menjemputnya, baik dalam keadaan rela ataupun terpaksa, dalam keadaan siap ataupun tidak. Yang menjadi titik perhatian kita sesungguhnya bukanlah pada apakah kita panjang umur ataupun tidak, yang menjadi perhatian kita seharusnya adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu singkat kehidupan ini agar kelak nantinya kita mengalami apa yang Allah SWT firmankan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

“(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (Dikatakan kepada meraka): "Pada hari Ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar".(QS. Al-Hadid: 12)

Allah SWT telah memberikan kita kata kunci yang dengannya kita memiliki mindset berfikir yang benar tenatang apakah dunia yang sesungguhnya. Sehingga keetika kita memiliki cara berfikir seperti yang telah di gariskan oleh Allah maka jadilah kita manusia-manusia yang paling tahu bagai mana hidup yang seharusnya. Saya mengajak saudara untuk mentadaburi dengan tenang firman Allah SWT berikut ini yang Artinya:

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al-Hadid: 20)

Oh… ya Rab kuatkan hati kami.. agar terbebas dari tirani dunia yang menipu menuju cahaya_Mu yang tiada pernah padam, dan terangilah dengan cahaya itu jalan kami menuju jalan yang lurus, yang kelak akan mengantarkan kami kepada keridhaan_Mu…
Semoga…

By Andi Yakub (Refleksi Usia ku untuk apa)