13 Mei 2009

Era Kepemimpinan Berbasis Kompetensi menjadi warna dari setiap pertarungan Peradaban


Assalamu’alaikum Wr,Wb. Pergolakan politik kampus telah bermula sejak mahasiswa mengenali urgensi dari sebuah keteraturan. Mereka kemudian hadir dengan beragam warna, beragam wajah, beragam tawaran-tawaran konsep. Untuk sebuah perubahan sesuai masing-masing pikiran mereka. Sehingga wajar kalau dalam penawaran-penawaran itu terjadi persaingan diantara mereka, sebuah persaingan yang sebenarnya bukan sebuah kesalahan akan tetapi lebih mencerminkan tentang dinamika pergerakan mahasiswa. Yang salah adalah ketika persaingan itu kemudian menjadi tidak sehat dan dimanifestasikan kedalam bentuk tauran, konflik horizontal, yang lebih berwujud kekanak-kanakan ketimbang idealisme mahasiswa yang dikenal dengan kedewasaan dan intelektual profetik.

Pernah menonton filem Kolosal tentang Mongol yang kita kenal dengan nama pasukannya yang disegani di belantara peradaban kala itu “Pasukan Tar-Tar” tentara yang pernah menghancurkan Bagdad, dalam riwayat dikatakan 200.000 pasukan tar-tar membunuh 1,6 juta penduduk muslim yang berdomisili di bagdad kala itu. dalam bangsa mongol pemimpin mereka digelar “Khan.” Seorang anak lahir dari klan terkuat dari suku bangsa Mongol yang bernama Timugn, sejak kecil ia menjadi terasing, mengalami pahit getirnya kehidupan bahkan sebenarnya keberuntunganlah yang membuatnya dapat bertahan hidup. Dia memiliki cita-cita yang luhur yaitu mempersatuakan suku-suku mongol untuk menjadi sebuah bangsa yang besar kuat dan bersatu dengan nama MONGOL. Pada saat dia dewasa akhirnya ia pun menyatukan bagsa mongol dengan cara mengalahkan satu persatu suku-suku jahat lain yang enggan menyatukan mongol. Ada satu hal yang unik dari seorang Timugn yaitu keyakinannya yang kuat kepada Tuhan. Berbeda dengan klan suku-suku lainnya yang lebih percaya kepada kekuatan mereka ketimbang kekuatan Tuhan. Suatu saat dalam peperangan terakhir ia menghadapi musuh terakhirnya yang membagi mongol menjadi dua bagian yaitu kelompok Timugn dan kelompok musuhnya. Siapaun yang akan menang saat itu maka dialah Khan Mongol (Raja Mongol), saat itu pasukan tidak berimbang , Timugn memiliki sedikit pasukan ketimbang musuhnya. Akhirnya iapun berdoa kepada Tuhannya dengan nada memelas ia berkata Tuhan berikan aku kekuatan… iapun bangkit dan berkata hari ini akan menjadi sejarah bahwa bangsa Mongol harus punya aturan, aku akan memperjuangkannya walaupun setengah dari bangsa mongol harus dihilangkan… akhirnya iapun menang. Dan mongol pun hidup teratur dan tidak ada lagi suku-suku yang saling berbunuhan karena mereka semua dipimpin oleh satu pemimpin yang bernama Timugn yang oleh sejarah disebut dengan nama Jenghis Khan!. Yang kemudian suatu saat keturunannya bernama Berkat Khan masuk ISLAM dan mencintai ulama dan ajarannya. Masuk Islamnya pasukan tar-tar merupakan karunia Allah SWT yang sangat besar, dengan demikian pasukan Islam menjadi bertamabah kuat. Allahuakhbar!!!

Kita bisa menraik beberapa kesimpulan bahwa Kepemimpinan peradaban selalu Allah SWT serahkan pada akhirnya kepada orang yang terbaik, orang yang memiliki cita-cita yang luhur, berpihak kepada kebenaran, dan yang terpenting dari semua itu adalah memiliki keyakinan terhadap kekuasaan Allah Azza Wajallah dalam mengatur Segala-galanya.

Sesunggunya generasi terbaik adalah generasi yang mengilhami apa yang dikatakan Lukman kepada Anaknya dala Firman Allah yang artinya sbb:

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
(QS. Lukman: 17)

By Andi Yakub (Refleksi Sejarah Mongol_Tar-tar)

24 April 2009

KATAKAN DENGAN LANTANG KEPADA DUNIA!!! BAHWA GENERASI BARU KINI TELAH TIBA


Generasi baru yang akan mencengangkan dunia…

Cinta mereka tulus suci pada ilahi…

Tak takut dicaci dan tak gentar mati…

Mereka akan terus bergerak hingga tiada tempat lagi bagi kezhaliman


Suatu saat seorang tokoh muslim timur tengah Ahmadi nejad mengatakan bahwa “kita akan terus melawan mereka orang-orang zhalim, bahkan ketika amunisi-amunisi kita telah habis, nuklir-nuklir kita telah terpakai dan mereka tetap ada maka kita akan memerangi mereka dengan gigi-gigi serta kuku-kuku kita.”


Disisi lain saya mengutip perkataan Imam Syahid hasan Al-Bana, bahkan seringkali ia ulang dalam khutbah-khutbah beliau kurang lebih redaksinya “bahwa kalian tidak akan pernah dapat dihancurkan oleh musuh-musuh da’wah! Kalian tidak akan pernah dapat dihancurkan oleh banyaknya jumlah mereka, oleh banyaknya senjata mereka, oleh kuatnya fisik mereka. Meskipun mereka bersatu untuk menghancurkan kalian niscaya mereka tidak akan sanggup, tetapi ada satu hal yang jika melakukannya maka kalian akan kehilangan segala-galanya, yaitu ketika kalian meninggalkan Allah, mengabaikan ibadah kepadaNya, dan ketika persaudaraan diantara kalian menjadi rapuh.”


Ayyuhal ikhwa… sungguh dunia telah sangat lama disalah gunakan oleh mereka orang zhalim. Jika kalian berdiam diri, maka kehancuran diseluruh lini kehidupan akan merebak seperti jamur dimusim penghujan. Inginkah aku beri tahukan kepada kalian apa yang Allah Suruh untuk kita lakukan?...


Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).(QS. Al-Anfal: 8)


Ada sebuah kisah menarik dahulu pada saat penaklukan Romawi pertama kali oleh khilafah Islamiyah yang pada saat itu panglima perang dipimpin oleh “si Pedang Allah” begitu ia di gelar oleh Rasulullah untuk memanggil Khalid Ibn Walid. Pada saat itu baru saja Islam menaklukkan Persia, sang penguasa dunia bagian Timur, dan mereka akan menghadapi penguasa dunia bagian barat yaitu Romawi. Dekat sebelum pertempuran berlangsung, panglima romawi meminta Khalid tampil kedepan, karena ingin berbicara dengannya, Khalid pun muncullah hingga kedua mereka berhadap-hadapan diatas punggung kuda masing-masing, yakni pada suatu lapangan kosong diantara kedua pasukan besar.


Panglima pasukan romawi yang bernama mahan itupun berkata: “kami mengetahui, bahwa yang mendorong kalian keluar dari negeri kalian tak lain hanylah kelaparan dan kesulitan… jika kalian setuju, saya berikan kalian masing-masing 10 dinar lengkap dengan pakaian dan makan, asalkan kalian pulang kembali ke negeri kalian. Ditahun yang akan datang saya akan kirimkan yang sebanyak itu pula…!


Mendengar itu, bukan main marahnya Khalid, tapi di tahannya, sambil menggertakkan gigi; ia menganggap suatu kekurang ajaran dalam kata-kata panglima romawi itu…, lalu di putuskannya akan menjawab dengan kata-kata yang sesuai, maka berucaplah ia:

“bahwa yang mendorong kami keluar dari negeri kami, bukan karena lapar seperti yang anda sebutkan tadi, tetapi kami adalah suatu bangsa yang biasa minum darah. Dan kami tahu benar, bahwa tak ada darah yang lebih manis dan lebih baik dari darah orang-orang romawi, karena itulah kami datang!” panglima Khalid menggertakkan kekang kudanya, sambil kembali kepasukannya diangkatnya bendera tinggi-tinggi memberitahukan dimulainya pertempuran…

“Allahuakhbar…, berhembuslah angin surga!” dan lonceng kemenangan Islam dan keruntuhan Romawi pun berbunyi dengan kerasnya. Allahuakhbar!!!


Ayyuhal ikhwa sekali lagi bahwa bukan benar bahwa ummat islam adalah pemakan darah, akan tetapi begitulah bahasa perang… ya dengan bahasa itulah kita menggetarkan musuh-musuh Allah, agar mereka tahu bahwa Islam adalah agama yang kuat, agar mereka juga tahu bahwa Allah dan RasulNya lebih kita cintai daripada Dunia dan seisinya.


Saudaraku sungguh sangat sulit melupakan sejarah yang telah tertulis dengan pena emas peradaban manusia. Bahkan kalau kalian mengetahui sungguh dunia setiap saat sedih dan berandai-andai jika kelak suatu saat yang telah ditenyukan nantinya… generasi Itu (Islam) akan terlahir kembali dan menyemai rahmat bagi seluruh alam. Sudah terlalu lama Islam tertidur dari kekalahannya… kini saatnya kembali menyusun puing-puing yang berserakan itu. Islam akan kembali jaya… dan mari bersama kita katakan kepada Dunia yang sedih itu bahwa Generasi Baru Kini Telah Tiba, ditangan generasi itu kini ada pena peradaban dengan tinta emasnya, dan siap untuk melanjutkan tulisan kehidupan yang sempat tertunda… dan bukanlah suatu hal yang berlebihan jika saya mengatakan bahwa Generasi itu adalah kalian… para pembaca yang budiman, para aktivis da’wah.


DARI MANA KITA START…. Yah kita start mulai dari masjid Kampus. because everything start here...


By Andi Yakub (Refleksi Mahasiswa belajar Sejarah Penahlukkan)