06 Juli 2009

Sepeda Tua yang Penuh Cinta


Sejak awal juni tepatnya tanggal 8 juni 2009, saya bersama teman-teman Ikhwan (laki-laki) yang KKN di daerah bantimurung bersama-sama melakukan shalat berjamaa’h di mesjid Nurul muttaqien. Semua tampak biasa namun ada satu hal yang unik dan selalu menggelitik perasaan saya kala itu…
sebuah sepeda tua yang terparkir rapi didepan mesjid tiap kali waktu shalat masuk. Mulanya saya berfikir bahwa sepeda tua itu adalah milik anak-anak comel kelurahan kalabbireng yang dipaksa shalat oleh orang tuanya he..he..,

Kebetulan setiap selesai shalat ashar disana selalu diadakan pengajian TPA yang memang di hususkan untuk anak-anak. Namun interpretasi saya yang pertama ini buyar seketika saat melihat anak-anak tersebut pulang denga ria sembari berlari dengan kaki-kaki mungil mereka, ternyata mereka tidak menggunakan sepeda tua itu. Harapan ku tentang kebenaran persangkaan tadi tidak serta merta hilang karena masih ada seorang anak lagi yang masih mengaji sendirian didalam mesjid, yah aku berharap dialah yang akan membuktikan kebenaran dari hipotesis ku tentang anak kecil dengan sepeda tuanya. Keadaan ini di sambut sinis dengan seorang teman ku yang beceloteh dengan mengatakan jika memang benar anak yang tinggal sebatang kara didalam mesjid itu adalah pemilik sah dari sepeda tua ini maka dia layak digelar sebagai “bayi tua”, hm… aku sontak kaget dan tergelak tawa, sungguh konyol bahasa sohibku yang satu ini.

Akhirnya waktu itu pun tiba, saat-saat menegangkan menunggu jawaban dari hal yang sebenarnya sangat spele namun cukup menggelitik hati. Akhirnya anak tersebut pun keluar sembari mencocokkan sandal dengan kaki kecilnya iapun menuju tempat parkir sepeda tua yang penuh misteri itu. Jantungku terhenti sejanak ketika ia menyentuh sepeda tua itu, tapi… ternyata ia hanya ingin memindahkannya. Setelah sepeda tua itu terpindahkan, tampak olehku sebuah sepeda kecil disampingnya, saat itu tahulah aku bahwa anak tersebut bukan pula pemilik sepeda tua, akan tetapi ia adalah pemilik sepeda muda yang terparkir disampingnya.

Jawabannya belum ku temukan, aku harus pulang dengan penuh rasa penasaran. Sembari bertanya-tanya akankah aku dapat mengetahui siapa pemilik sepeda itu. Aku yakin kesabaran akan menuntunku untuk mengetahuinya, sebab setahu saya “kesabaran yang lama pasti akan beroleh kebahagiaan yang sempurna” siang berganti malam, malam berganti siang dan begitu seterusnya. Akhirnya pada suatu subuh yang teduh, saat-saat lantunan indah azan subuh di kumandangkan aku berkemas untuk persiapan shalat berjama’ah subuh di masjid Nurul Muttaqien. Dipertengahan jalan dengan menggunakan motor aku terkagetkan dengan sesosok orang tua dengan sepeda tuanya berada tepat didepan ku saat berada di jalan raya. Motorku yang tadinya meelaju bak motor GP Valentino Rossi tiba-tiba kuperlambat selambat onta yang kelaparan he..he..he.., hanya karena satu hal, yah karena satu hal… aku telahpun menemukan jawabannya…ternyata sepeda tua itu adalah kepunyaan seorang kakek tua yang setiap Azan dikumandangkan ia dengan penuh semangat mengayuh sepedanya untuk shalat berjamaa’ah di masjid.

SubahanaLLah… hati ku hanyaut tergetar, rasa haru menyapaku dalam sunyi dingin disubuh itu. Sepeda tua itu memiliki arti tersendiri bagiku mulai saat itu. Bukan karena sepeda tuanya, akan tetapi karena pemilik dari sepeda tua itu yang memiliki hati yang dipenuhi rasa “cinta”, yah… rasa cinta yang mekar didalam dadanya yang telah keriput ditelan masa… rasa cinta yang membuat tulangnya yang rapuh mampu mengayuh sepeda dengan penuh energi… rasa cinta yang membuatnya tetaap taat beribadah di usianya yang senja… rasa cinta yang membuat usia tuanya memiliki jiwa muda…, yah… rasa cinta pada Allah rabbul Izzati yang maha mencintai, dan tiada putus cintanya.
Mulai saat itu aku mengalami perenungan yang panjang, ada pertanyaan yang berbisik malu dalam dada muda ku… “akhi apakah antum kelak bisa istiqomah seperti orang tua itu?” tiba-tiba aliran darah mudaku deras mengalir di jantung dan sangat terasa… ya Rabb semoga engkau menguatkan pundakku untuk memikul amanah kehidupan yang engkau berikan, dan menguatkan kakiku untuk berjalan dijalan panjang hidup yang disertai onak duri dengan tetap dalam keimanan dan ketaqwaan kepada-Mu selama-lamanya.

Allah SWT berfirman yag artinya:

Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Al-Hadid: 21)

Saudaraku suatu saat nanti ada hari dimana kita akan meninggalkan dunia untuk selama-lamanya, tidak ada seorangpun yang mengingkari kemaatian akan menjemputnya, baik dalam keadaan rela ataupun terpaksa, dalam keadaan siap ataupun tidak. Yang menjadi titik perhatian kita sesungguhnya bukanlah pada apakah kita panjang umur ataupun tidak, yang menjadi perhatian kita seharusnya adalah bagaimana kita memanfaatkan waktu singkat kehidupan ini agar kelak nantinya kita mengalami apa yang Allah SWT firmankan dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

“(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, (Dikatakan kepada meraka): "Pada hari Ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, yang kamu kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar".(QS. Al-Hadid: 12)

Allah SWT telah memberikan kita kata kunci yang dengannya kita memiliki mindset berfikir yang benar tenatang apakah dunia yang sesungguhnya. Sehingga keetika kita memiliki cara berfikir seperti yang telah di gariskan oleh Allah maka jadilah kita manusia-manusia yang paling tahu bagai mana hidup yang seharusnya. Saya mengajak saudara untuk mentadaburi dengan tenang firman Allah SWT berikut ini yang Artinya:

Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al-Hadid: 20)

Oh… ya Rab kuatkan hati kami.. agar terbebas dari tirani dunia yang menipu menuju cahaya_Mu yang tiada pernah padam, dan terangilah dengan cahaya itu jalan kami menuju jalan yang lurus, yang kelak akan mengantarkan kami kepada keridhaan_Mu…
Semoga…

By Andi Yakub (Refleksi Usia ku untuk apa)

13 Mei 2009

Era Kepemimpinan Berbasis Kompetensi menjadi warna dari setiap pertarungan Peradaban


Assalamu’alaikum Wr,Wb. Pergolakan politik kampus telah bermula sejak mahasiswa mengenali urgensi dari sebuah keteraturan. Mereka kemudian hadir dengan beragam warna, beragam wajah, beragam tawaran-tawaran konsep. Untuk sebuah perubahan sesuai masing-masing pikiran mereka. Sehingga wajar kalau dalam penawaran-penawaran itu terjadi persaingan diantara mereka, sebuah persaingan yang sebenarnya bukan sebuah kesalahan akan tetapi lebih mencerminkan tentang dinamika pergerakan mahasiswa. Yang salah adalah ketika persaingan itu kemudian menjadi tidak sehat dan dimanifestasikan kedalam bentuk tauran, konflik horizontal, yang lebih berwujud kekanak-kanakan ketimbang idealisme mahasiswa yang dikenal dengan kedewasaan dan intelektual profetik.

Pernah menonton filem Kolosal tentang Mongol yang kita kenal dengan nama pasukannya yang disegani di belantara peradaban kala itu “Pasukan Tar-Tar” tentara yang pernah menghancurkan Bagdad, dalam riwayat dikatakan 200.000 pasukan tar-tar membunuh 1,6 juta penduduk muslim yang berdomisili di bagdad kala itu. dalam bangsa mongol pemimpin mereka digelar “Khan.” Seorang anak lahir dari klan terkuat dari suku bangsa Mongol yang bernama Timugn, sejak kecil ia menjadi terasing, mengalami pahit getirnya kehidupan bahkan sebenarnya keberuntunganlah yang membuatnya dapat bertahan hidup. Dia memiliki cita-cita yang luhur yaitu mempersatuakan suku-suku mongol untuk menjadi sebuah bangsa yang besar kuat dan bersatu dengan nama MONGOL. Pada saat dia dewasa akhirnya ia pun menyatukan bagsa mongol dengan cara mengalahkan satu persatu suku-suku jahat lain yang enggan menyatukan mongol. Ada satu hal yang unik dari seorang Timugn yaitu keyakinannya yang kuat kepada Tuhan. Berbeda dengan klan suku-suku lainnya yang lebih percaya kepada kekuatan mereka ketimbang kekuatan Tuhan. Suatu saat dalam peperangan terakhir ia menghadapi musuh terakhirnya yang membagi mongol menjadi dua bagian yaitu kelompok Timugn dan kelompok musuhnya. Siapaun yang akan menang saat itu maka dialah Khan Mongol (Raja Mongol), saat itu pasukan tidak berimbang , Timugn memiliki sedikit pasukan ketimbang musuhnya. Akhirnya iapun berdoa kepada Tuhannya dengan nada memelas ia berkata Tuhan berikan aku kekuatan… iapun bangkit dan berkata hari ini akan menjadi sejarah bahwa bangsa Mongol harus punya aturan, aku akan memperjuangkannya walaupun setengah dari bangsa mongol harus dihilangkan… akhirnya iapun menang. Dan mongol pun hidup teratur dan tidak ada lagi suku-suku yang saling berbunuhan karena mereka semua dipimpin oleh satu pemimpin yang bernama Timugn yang oleh sejarah disebut dengan nama Jenghis Khan!. Yang kemudian suatu saat keturunannya bernama Berkat Khan masuk ISLAM dan mencintai ulama dan ajarannya. Masuk Islamnya pasukan tar-tar merupakan karunia Allah SWT yang sangat besar, dengan demikian pasukan Islam menjadi bertamabah kuat. Allahuakhbar!!!

Kita bisa menraik beberapa kesimpulan bahwa Kepemimpinan peradaban selalu Allah SWT serahkan pada akhirnya kepada orang yang terbaik, orang yang memiliki cita-cita yang luhur, berpihak kepada kebenaran, dan yang terpenting dari semua itu adalah memiliki keyakinan terhadap kekuasaan Allah Azza Wajallah dalam mengatur Segala-galanya.

Sesunggunya generasi terbaik adalah generasi yang mengilhami apa yang dikatakan Lukman kepada Anaknya dala Firman Allah yang artinya sbb:

Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
(QS. Lukman: 17)

By Andi Yakub (Refleksi Sejarah Mongol_Tar-tar)

24 April 2009

KATAKAN DENGAN LANTANG KEPADA DUNIA!!! BAHWA GENERASI BARU KINI TELAH TIBA


Generasi baru yang akan mencengangkan dunia…

Cinta mereka tulus suci pada ilahi…

Tak takut dicaci dan tak gentar mati…

Mereka akan terus bergerak hingga tiada tempat lagi bagi kezhaliman


Suatu saat seorang tokoh muslim timur tengah Ahmadi nejad mengatakan bahwa “kita akan terus melawan mereka orang-orang zhalim, bahkan ketika amunisi-amunisi kita telah habis, nuklir-nuklir kita telah terpakai dan mereka tetap ada maka kita akan memerangi mereka dengan gigi-gigi serta kuku-kuku kita.”


Disisi lain saya mengutip perkataan Imam Syahid hasan Al-Bana, bahkan seringkali ia ulang dalam khutbah-khutbah beliau kurang lebih redaksinya “bahwa kalian tidak akan pernah dapat dihancurkan oleh musuh-musuh da’wah! Kalian tidak akan pernah dapat dihancurkan oleh banyaknya jumlah mereka, oleh banyaknya senjata mereka, oleh kuatnya fisik mereka. Meskipun mereka bersatu untuk menghancurkan kalian niscaya mereka tidak akan sanggup, tetapi ada satu hal yang jika melakukannya maka kalian akan kehilangan segala-galanya, yaitu ketika kalian meninggalkan Allah, mengabaikan ibadah kepadaNya, dan ketika persaudaraan diantara kalian menjadi rapuh.”


Ayyuhal ikhwa… sungguh dunia telah sangat lama disalah gunakan oleh mereka orang zhalim. Jika kalian berdiam diri, maka kehancuran diseluruh lini kehidupan akan merebak seperti jamur dimusim penghujan. Inginkah aku beri tahukan kepada kalian apa yang Allah Suruh untuk kita lakukan?...


Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).(QS. Al-Anfal: 8)


Ada sebuah kisah menarik dahulu pada saat penaklukan Romawi pertama kali oleh khilafah Islamiyah yang pada saat itu panglima perang dipimpin oleh “si Pedang Allah” begitu ia di gelar oleh Rasulullah untuk memanggil Khalid Ibn Walid. Pada saat itu baru saja Islam menaklukkan Persia, sang penguasa dunia bagian Timur, dan mereka akan menghadapi penguasa dunia bagian barat yaitu Romawi. Dekat sebelum pertempuran berlangsung, panglima romawi meminta Khalid tampil kedepan, karena ingin berbicara dengannya, Khalid pun muncullah hingga kedua mereka berhadap-hadapan diatas punggung kuda masing-masing, yakni pada suatu lapangan kosong diantara kedua pasukan besar.


Panglima pasukan romawi yang bernama mahan itupun berkata: “kami mengetahui, bahwa yang mendorong kalian keluar dari negeri kalian tak lain hanylah kelaparan dan kesulitan… jika kalian setuju, saya berikan kalian masing-masing 10 dinar lengkap dengan pakaian dan makan, asalkan kalian pulang kembali ke negeri kalian. Ditahun yang akan datang saya akan kirimkan yang sebanyak itu pula…!


Mendengar itu, bukan main marahnya Khalid, tapi di tahannya, sambil menggertakkan gigi; ia menganggap suatu kekurang ajaran dalam kata-kata panglima romawi itu…, lalu di putuskannya akan menjawab dengan kata-kata yang sesuai, maka berucaplah ia:

“bahwa yang mendorong kami keluar dari negeri kami, bukan karena lapar seperti yang anda sebutkan tadi, tetapi kami adalah suatu bangsa yang biasa minum darah. Dan kami tahu benar, bahwa tak ada darah yang lebih manis dan lebih baik dari darah orang-orang romawi, karena itulah kami datang!” panglima Khalid menggertakkan kekang kudanya, sambil kembali kepasukannya diangkatnya bendera tinggi-tinggi memberitahukan dimulainya pertempuran…

“Allahuakhbar…, berhembuslah angin surga!” dan lonceng kemenangan Islam dan keruntuhan Romawi pun berbunyi dengan kerasnya. Allahuakhbar!!!


Ayyuhal ikhwa sekali lagi bahwa bukan benar bahwa ummat islam adalah pemakan darah, akan tetapi begitulah bahasa perang… ya dengan bahasa itulah kita menggetarkan musuh-musuh Allah, agar mereka tahu bahwa Islam adalah agama yang kuat, agar mereka juga tahu bahwa Allah dan RasulNya lebih kita cintai daripada Dunia dan seisinya.


Saudaraku sungguh sangat sulit melupakan sejarah yang telah tertulis dengan pena emas peradaban manusia. Bahkan kalau kalian mengetahui sungguh dunia setiap saat sedih dan berandai-andai jika kelak suatu saat yang telah ditenyukan nantinya… generasi Itu (Islam) akan terlahir kembali dan menyemai rahmat bagi seluruh alam. Sudah terlalu lama Islam tertidur dari kekalahannya… kini saatnya kembali menyusun puing-puing yang berserakan itu. Islam akan kembali jaya… dan mari bersama kita katakan kepada Dunia yang sedih itu bahwa Generasi Baru Kini Telah Tiba, ditangan generasi itu kini ada pena peradaban dengan tinta emasnya, dan siap untuk melanjutkan tulisan kehidupan yang sempat tertunda… dan bukanlah suatu hal yang berlebihan jika saya mengatakan bahwa Generasi itu adalah kalian… para pembaca yang budiman, para aktivis da’wah.


DARI MANA KITA START…. Yah kita start mulai dari masjid Kampus. because everything start here...


By Andi Yakub (Refleksi Mahasiswa belajar Sejarah Penahlukkan)